Seorang Guru di Seoul Bunuh Diri Karena Diduga Jadi Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Orang Tua

- 21 Juli 2023, 13:10 WIB
Ilustrasi bunuh diri./ Seorang Guru  di Seoul Bunuh  Diri Karena Diduga Jadi Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Orang Tua
Ilustrasi bunuh diri./ Seorang Guru di Seoul Bunuh Diri Karena Diduga Jadi Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Orang Tua /pixabay/

OKEFLORES.com - Seorang guru berusia 23 tahun meninggal dalam insiden bunuh diri yang terjadi pada 18 Juli 2023 lalu di Sekolah Dasar Seoi di Seoul, Korea Selatan.

Pada 19 Juli 2023, Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul mengkonfirmasi kejadian bunuh diri ini.

Mereka mengakui bahwa seorang guru sekolah dasar melakukan bunuh diri di dalam sekolah, dan polisi tengah menyelidiki kasus tersebut.

Baca Juga: Pesawat Air Canada Rusak Karena Kendaraan yang Diparkir di Bawahnya Terbakar

Di hari yang sama, Persatuan Guru Seoul mengumumkan bahwa guru muda tersebut akan bertugas sebagai wali kelas untuk anak-anak kelas satu sejak Maret 2022.

Selain itu, sang pendidik juga menerima penyalahgunaan kekuasaan oleh orang tua murid-muridnya di sekolah tempatnya bekerja.

Menurut informasi yang telah dikumpulkan oleh persatuan tersebut, peristiwa terjadi di sekolah Seoi pada pekan lalu.

Siswa kelas satu menggunakan pensil untuk memotong dahi siswa lain di kelas.

Orang tua kemudian datang ke sekolah dan memberikan teguran keras kepada pendidik. Mereka juga mengatakan bahwa dia tidak pantas menjadi guru.

Persatuan Guru Seoul juga diminta untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh oleh Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul dan Kementerian Pendidikan.

Pihak Seoi mengeluarkan pernyataan untuk menghentikan rumor yang tidak dibenarkan yang tersebar luas tentang penyalahgunaan kekuasaan orang tua di sekolah.

karena untuk menghindari membahayakan siswa muda di institusi pendidikan mereka dan mencemarkan nama baik guru yang telah meninggal.

Meskipun demikian, pernyataan dari SD Seoi menimbulkan kemarahan publik karena rumor yang terus menyebar yang menyatakan bahwa ada kekuatan kuat di belakang layar yang menutup tindakan bunuh diri guru mereka.

Selain itu, anggota komunitas Sekolah Dasar Seoi yang berkabung meninggalkan berbagai bunga dan pesan di luar gerbang sekolah.

Baca Juga: Jennie BLACKPINK dan V BTS Diduga Kencan Lagi di Paris

Namun, beberapa anggota asosiasi orang tua mengatakan bahwa bunga dan pesannya harus dibuang karena dapat menimbulkan trauma bagi anak-anak saat mereka pergi ke sekolah.


Posisi beberapa orang tua ini semakin memperburuk rumor dan spekulasi yang beredar bahwa guru tersebut memutuskan bunuh diri karena pergumulan terkait dengan profesionalnya.***

 

 

 

 

 

Editor: Adrianus T. Jaya

Sumber: bekasi.pikiran-rakyat.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah