Ali Fikri Konfirmasi Sidang Rafael Alun Trisambodo Hari Ini

- 30 Agustus 2023, 09:53 WIB
Tersangka gratifikasi dan TPPU Rafael Alun Trisambodo.
Tersangka gratifikasi dan TPPU Rafael Alun Trisambodo. /Antara/Indrianto Eko Suwarso/

OKE FLORES.com - Pelapor KPK Ali Fikri membenarkan laporan kasus pertama tersangka penerima gratifikasi yang melibatkan mantan Dirjen Pajak Rafael Alun Trisambodo.
Ayah Mario Dandy akan disidangkan hari ini 30 Agustus 2023 di pengadilan tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Tipikor).

"Hari ini dijadwalkan sidang perdana perkara atas nama terdakwa RAT di PN Tipikor Jakarta Pusat," kata Ali Fikri dilansir Pikiran-Rakyat.com Rabu, 30 Agustus 2023

Untuk keperluan hari ini, hakim akan membacakan dakwaan terhadap Rafael Alun yang diduga menerima gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca Juga: Presiden Ingatkan Urusan Politik Tidak  Ganggu Stabilitas Ekonomi

Sesuai jadwal yang tertera di Sistem Penelusuran Informasi (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, perkara dengan nomor registrasi 75/Pid.Sus-TPK/2023/PN Jkt.Pst, Rafael Alun rencananya akan disidangkan. pada pukul 10.30 WIB.

"Sesuai penetapan majelis hakim, sidang akan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB," katanya.
Kuasa hukum KPK mendakwa Rafael Alun mempublikasikan gratifikasi dan rincian penerimaan gratifikasi sebesar Rp 16,6 miliar.

Pasal tersebut juga didakwa atas laporan keuangan dan rincian pencucian uang periode 2003-2010 sebesar Rp31,7 miliar, kemudian pencucian uang periode 2011-2023 sebesar Rp26 miliar, dolar Singapura 2.000.000, dan dolar AS 937.000.

Diduga Cuci Uang 20 Tahun

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap akibat kejahatan Rafael Alun Trisambodo dua kali dituduh menggelapkan uang.

Periode pertama akan berlangsung pada tahun 2003 hingga 2010, dengan total dakwaan pencucian uang puluhan miliar.

"TPPU periode 2003 sampai dengan 2010 sebesar Rp31,7 miliar," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Pada periode kedua, penggunaan mata uang asing dalam tindakan BC teridentifikasi pada tahun 2011 hingga 2023.

"TPPU periode 2011 sampai dengan 2023 sebesar Rp26 miliar, SGD 2 juta, USD 937 ribu," ucap KPK, Sabtu, 19 Agustus 2023.

Dengan demikian, total periode kejahatan TPPU yang dilakukan Rafael Alun kurang lebih 20 tahun, dan uang yang terkumpul sekitar Rp94,6 miliar.

Jumlah tersebut belum termasuk gratifikasi yang masuk ke rekening mantan pejabat Ditjen Pajak itu dengan nilai Rp16,6 miliar.

"Gratifikasi sebesar Rp 16,6 miliar," tutur Ali.***

Editor: Adrianus T. Jaya

Sumber: Pikiranrakyat.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah