Ini Penjelasan Para Ahli Terkait Penyebab Sakit Kepala atau Migrain Usai Konsumsi Karbohidrat dan Gula

- 28 Juni 2023, 09:04 WIB
Ilustrasi penderita vertigo, Vertigo adalah kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing hingga merasa dirinya atau sekelilingnya berputar
Ilustrasi penderita vertigo, Vertigo adalah kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing hingga merasa dirinya atau sekelilingnya berputar /Freepik

 

OKE FLORES.COM - Sakit kepala terjadi setelah makan makanan tertentu dan makanan yang kaya gula atau karbohidrat olahan, seperti sepotong kue coklat atau semangkuk pasta.

 

Makanan seperti itu sering dilaporkan sebagai pemicu migrain, kata Dr. Peter Goadsby, Profesor Neurologi di King's College dan University of California, Los Angeles. Makanan tertentu khususnya tampaknya memicu sakit kepala atau migrain dan bisa sangat memalukan.

Sakit kepala, atau migrain, yang menyerang sekitar 18 persen wanita dan 6 persen pria di Amerika Serikat setiap tahun, jauh lebih melemahkan, kata Dr. Rashmi Halker Singh, spesialis neurologi dan pengobatan sakit kepala di Mayo Clinic di Scottsdale, Arizona. 

Baca Juga: Ini yang harus Anda Lakukan: Penyebab dan Cara Merawat Rambut Kusam Agar Kembali Berkilau

Orang yang sedang migrain memiliki episode berulang dari sakit kepala sedang atau berat, sering disertai dengan gejala seperti mual atau sensitivitas terhadap cahaya, yang dapat mengganggu aktivitas, kata Dr. Halker Singh. Dan banyak orang tidak menyadari sakit kepala yang mereka alami sebenarnya adalah migrain, tambahnya.

Melansir dari PikiranRakyat.com, Rabu 28 Juni 2023, dalam satu ulasan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2018, para peneliti menyimpulkan bahwa hampir 30 persen pasien melaporkan makanan atau kebiasaan makan tertentu sebagai pemicu sakit kepala. Tetapi penelitian terbaru oleh Dr. Goadsby menunjukkan bahwa kemungkinan besar bukan makanan yang menyebabkan migrain, melainkan migrain yang menyebabkan orang makan makanan tertentu.

Selama tahap awal serangan migrain (fase pertanda atau prodrome) yang dapat dimulai beberapa jam hingga hari sebelum fase sakit kepala menyerang, orang mungkin mengalami gejala seperti kelelahan, kabut otak (brain fog), perubahan suasana hati, sensitivitas cahaya, kekakuan otot, menguap dan peningkatan buang air kecil, kata Dr. Goadsby.

Halaman:

Editor: Adrianus T. Jaya

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah