Polisi Ungkap Modus Judi Online Berkedok Trading

- 6 Juli 2023, 12:40 WIB
Ilustrasi judi online
Ilustrasi judi online /


Menurut keterangan Djuhandhani Rahardjo, modus yang dilakukan keduanya yaitu pengelola website akan menawarkan pengunjung atau member website untuk menebak harga suatu instrumen atau aset.

Para pengunjung pun diiming-iming imbalan jika tebakan mereka benar. Namun, jika tebakan para pengunjung salah, maka modal awal yang telah diberikan akan menghilang.

Djuhandhani Rahardjo menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh kedua pelaku itu merupakan perjudian.

"Jadi ini masuk dalam ranah perjudian, karena keuntungannya itu hanya sebatas kemungkinan, dan peruntungan belaka saja. Omzet para pelaku ini cukup besar, dalam satu bulan bisa mencapai miliaran rupiah,” ujarnya.

Kedua tersangka itu pun dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 303 KUHP.

Penanganan Judi Online

Ditipidum Bareskrim Polri juga mengambil langkah untuk memberantas website judi online.

Kepolisian pun bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menindak dan memblokir situs judi online yang servernya diduga berada di luar negeri.

Baca Juga: Wisata Jejak Bung Karno di Bandung

Memanfaatkan situs judi online dengan server luar negeri masih sering digunakan para pelaku judi online di Tanah Air.

Halaman:

Editor: Adrianus T. Jaya

Sumber: Pikiranrakyat.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah